Bertamu Ke Rumah Manusia Purba Di Goa Pawon

pawonBandung mah emang kota yang kaya akan sejarah travelers. Gak cuma bisa menyimak sejarah perjuangan bangsa dalam meuwjudkan kemerdekaan dan sejumlah sejarah pasca Indonesia merdeka serta membangun bangsa ini, namun Bandung juga menawarkan wisata sejarah zaman purba. Travelers yang penasaran dengan nenek moyang kita, bisa eksplore kota Bandung dengan ikutan paket tour Bandung. Belajar sejarah gak cuma bisa dilakukan dengan berkunjung ke museum loh travelers, karena di Bandung travelers bisa bertandang ke rumah bekas nenek moyang manusia tinggal. Yang uda berkunjung ke Stone Garden pasti tahu nama tempat ini. Yups, bener banget. Namaya Goa Pawon dan ada di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Padalarang. Konon katanya manusia purba yang tinggal di sini adalah cikal bakal orang Sunda saat ini. Wisata Goa Pawon ini berjarak sekitar 25 km di sisi barat kota Bandung. Tak heran jika tempat wisata ini kalah populer dengan wisata Kawah Putih maupun Gunung Tangkuban Perahu. Namun dengan semaki banyaknya kunjungan ke Stode Garden tentunya mengusik rasa penasaran travelers untuk singgah pula di Goa Pawon.

goa-pawonDalam bahasa Sunda, kata “pawon” memiliki makna yang sama dengan kata “pawon” dalam bahasa Jawa, yang berarti dapur. Sehingga Goa Pawon bisa diartikan sebagai goa dapur. Hal ini dikarenan benda-benda yang ditemukan para arkeolog di goa ini adalah benda-benda dapur, seperti pisau, penyerut, dan batu asah. Namun masih ada lagi benda yang ditemukan para arkeolog di Goa Pawon, seperti anak panah, gelang dari batu, pecahan keramik gerabah, spatula, dan sejumlah perhiasan orang pada masa itu yang umumnya terbuat dari gigi binatang. Penemuan ini tidak serte merta berlangsung dalam satu waktu namun beberapa tahun dengan kajian yang lebih mendalam. Penelitian manusia purba di Goa Pawon ternyata telah dimulai sejak tahun 1930-1935. Dalam penelitian tersebut ditemukan benda-benda yang kemungkinan berasal dari zaman preneolitik dengan penemuna berupa benda-benda berbahan obsidian, kalsidon, kwarsit, rijang, dan andesit. Dan penemuan yang terbaru berlangsung di tahun 2003-2004 lalu.

artefak di goa pawonNamun bukan benda-benda tersebut saja yang membuat arkeolog berkesimpulan bahwa Goa Pawon merupakan tempat tinggal manusia purba. Kesimpulan tersebut dikuatkan dengan penemuan tengkorak manusia dengan posisi meringkuk. Tengkorak tersebut diperkirakan berasal dari tahun tahun 5800-9500 tahun yang lalu. Dalam penemuan tersebut hanya bagian tengkorak dan rahangnya saja yang masih tersisa. Sementara kerangka yang lain telah rapuh. Dalam penelitian tersebut diketahui tengkorak tersebut memiliki kemiripan dengan ras mongoloid. Namun dari empat kerangka tersebut juga memiliki perbedaan karakter dan perbedaan massa. Jika berkunjuang ke Goa Pawon travelers bisa menyaksikan artefak tengkorak tersebut yang sebenarnya hanya sebuah replika saja. Karena kerangka yang asli dibawa ke Balai Arkeolog Bandung.

pemandangan-luar-goa-pawoGoa Pawon tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi namun juga keindahan goa yang menakjubkan. Hal ini karena lokasi goa yang termasuk dalam karst di sisi tebing Gunung Masigit. Apalagi lokasi goa yang berada di ketinggian 601 meter di atas permukaan laut membuat travelers bisa menikmati keindahan alam di sekitar Goa Pawon dari ketinggian. Travelers juga bisa melihat aktivitas penambangan kapur yang berada di atas bukit Pawon. Goa Pawon sendiri memiliki lebar 16 meter dengan panjang mencapai 38 meter. Untuk tinggi goa sayangnya tidak bisa diprediksi karena kondisi beberapa bagian goa yang sudah runtuh ataupun tererosi, tepatnya di bagian tengah sehingga membentuk semacam lereng yang terjal. Yang tersisa hanyalah di bagian barat dengan kondisi yang cukup kecil.

goa-pawonAda beberapa rongga yang dimiliki goa seluas 300 meter ini yang membuatnya nampak seperti kamar dengan jendela alami berukuran besar. Pencahayaan di dalam goa juga cukup terang yang memudahkan travelers untuk menjelajahinya tanpa perlu membawa senter. Untuk lokasi penemuan artefak kerangka manusia purba, travelers tinggal mengikuti jalan yang menyerupai labirin dengan lokasi artefak berada di sisi utara goa. Tempat terebut telah dipagari demi menghindari tangan-tangan usil yang ingin menjangkaunya. Hal ini cukup beralasan mengingat di beberapa bagian dinding goa telah ternodai dengan coretan-coretan pilox yang tak penting. Jangan ditiru ya travelers, sayang banget jika lokasi bersejarah harus ternodai keindahan dan nilai sejarahnya hanya karena ulang iseng tangan jahil. Travelers yang berencana ke sini dengan melalui jalur Bandung maupun Cianjur tak perlu khawatir karena ada banyak akses untuk ke sana. Yuk kita bertamu ke Goa Pawon demi bisa berkenalan dengan nenek moyang kita 😉

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *