Hijaunya Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda

img_2108Bandung merupakan kota terbesar ke tiga di Indonesia. Bandung yang dulunya asri dan hijau kini berubah menjadi kota metropolitan dan pusat perbelanjaan yang menjadikannya sebagai surga belanja di Jawa Barat. Namun sisi keasrian dari Kota Bandung tidak hilang begitu saja guys, di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda kalian bisa menikmati hutan hijau di tengah-tengah Kota Bandung. Terletak di daerah Dago Pakar, Taman Hutan Raya Juanda ini merupakan paru-paru kota dan tempat penampungan cadangan air untuk Kota Bandung dan sekitarnya.Ā Cek juga hotel Scarlett dan Jayakarta Bandung untuk kalian yang ingin menginap di Dago Pakar.

1.mari-berpetualang-seru-di-taman-hutan-raya-juanda1Taman Hutan Raya Juanda ini merupakan kawasan konservasi yang di dominasi oleh pohon pinus. Hijaunya hutan ini juga dapat kalian nikmati dari ata Tebing Keraton yang berada satu wilayah dengan Taman Hutan Raya Juanda. Selain itu kalian tidak hanya disajikan pemandangan pohon pinus yang berjejer rapat saja, di taman hutan ini kalian juga bisa menikmati sejuknya air terjun. Dan bukan hanya satu air terjun, melainkan dua air terjun! Pasti seru deh kalo weekend jalan ke sini šŸ™‚

296282_10200387479585701_1244171057_nKawasan konservasi ini Ā memang merupakan daerah aliran sungai (DAS) Cikapundung dan DAS Cikawari. Dari kedua aliran sungai ini maka terbentuklah dua air terjun biasa di sebut curug yakni CurugĀ Dago yang merupakan aliran dari sungai Cikapundung dan memiliki ketinggian 15 meter. Di air terjun ini terdapat dua batu prasasti peninggalan dari Kerajaan Thailand. Air terjun kedua yakni CurugĀ Omas yang berasal dari aliran Sungai Cikawari ini memiliki ketinggiannya mencapai dua kali lipat dari Curug Dago. Derasnya air terjun dapat kalian nikmati di sebuah jembatan yang terbentang di Curug Omas.Ā 

img_2084Selain itu Taman Hutan Raya juga memiliki 2 buah Goa yangĀ saratĀ dengan sejarah loh! Goa Belanda dan Goa Jepang yang berada di taman hutan ini dulunya di gunakan sebagai markas perlindungan. Kawasan Dago Pakar dulunya merupakan basis perlindungan yang sangat aman, karena itu Belanda membangun goa di kawasan ini dan menjadikannya sebagai tempat perlindungan sekaligus stasiun radio komunikasi oleh pasukan Belanda. Ketika Belanda menyerah kepada Jepang, goa ini pun di ambil oleh pasukan Jepang lantas mereka juga ikut mendirikan goa perlindungan baru bagi basis pertahanan Jepang. Kondisi kedua goa ini sangat terawat loh guys, tidak ada bekas coretan apapun di dinding goa. Karena itu jangan ragu untuk masuk ke dalam goa jika ingin melihat seperti apa tempat perlindungan tentara pada jaman dahulu. Tapi jangan lupa untuk membawa senter ya, karena kondisi gua yang tidak memiliki sela-sela bagi cahaya untuk masuk sehingga menyebabkan goa sangat gelap. Kalian juga bisa menyewa senter dari para pedagang yang berada di luar goa.

Gimana? berminat untuk datang ke sini? Kalian cukup merogoh kocek sebesar Rp.10.000 untuk memasuki taman hutan ini. Itu belum termasuk karcis parkir ya guys šŸ˜‰ Taman hutan ini juga sering di jadikan sebagai lokasi pemotretan unutk komersil dan juga lokasi foto prewedding,Ā namun ada biaya ekstra yang harus dikeluarkan yakni sebesar Rp.200.000 šŸ™‚ Selamat berlibur travelers.

 

Referensi :

http://travel.kompas.com/read/2014/07/04/175138827/Asrinya.Hutan.Pinus.di.Tengah.Kota.Bandung

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *