Keindahan Kawah Putih Gunung Patuha

kawah-putihBandung memang memiliki sejumlah tempat wisata alam yang begitu mempesona, yang semakin mewarnai destinasi wisata di Bandung selain wisata belanja dan kuliner. Diantara wisata alam yang ada, Bandung memiliki sejumlah gunung yang mampu mengundang decak kagum wisatawan karena keindahannya. Salah satunya adalah Gunung Patuha yang berada 46 km di Selatan Bandung, tepatnya di Jl. Raya Soreang, Ciwidey. Keasrian dan kealamian Gunung Patuha masih terjaga hingga saat ini. Begitu pula dengan kawahnya yang masih aktif hingga saat ini, berbeda dengan Gunung Tangkuban Perahu yang sebagian besar sudah tidak aktif lagi. Karenanya kala mengunjungi obyek wisata ini tercium aroma belerang yang kuat. Sementara kala kita kita menginjak bebatuannya, masih ada uap panas uang keluar, begitu pula dengan gelegak air di tengah kawahnya.

gunung_patuha_1933Nama Gunung Patuha berasal dari kata Pak Tua. Oleh masyarakat setempat gunung ini memang dianggap sebagai gunung tertua. Selain Patuha ada pula yang menyebutnya sebagai Gunug Sepuh yang juga berarti sama. Gunung Patuha sangat lekat dengan cerita mistis yang telah ada sejak zaman dahulu. Gunung ini dianggap sebagai tempat berkumpulnya para roh dan juga sebagai kerajaan Jin, terutama di daerah kawah putihnya. Tak ada masyarakat yang berani datang ke sana karena takut dengan keangkerannya. Hingga kemudian di tahun 1837, salah seorang ilmuwan Belanda keturunan Jerman bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn. Ia penasaran dengan kesunyian Gunung Patuha, hingga binatang pun tak ada yang berani ke sana. Karena tak mempercayai cerita mistis masyarakat setempat, ia pun mulai menyelidikinya sendiri.

kawah putih tampak atasKala mencapai puncak Gunung Patuha, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn mendapati pemandangan yang mempesona berupa danau kawah yang indah. Danau tersebut cukup luas dengan airnya yang berwarna putih kehijauan. Dari sinilah nama kawah putih Gunung Patuha berasal. Dari dalam air masih nampak semburan lava dengan bau belerang menusuk hidung. Hal ini menjawab pertanyaan Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, mengapa daerah Gunung Patuha begitu sepi hingga burung pun tak berani terbang melintasinya. Atas dasar penemuan Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, maka kemudian berdiri Pabrik Belerang Kawah yang dalam bahasa Belanda disebut dengan Zwavel Ontgining kawah putih. Kawasan ini baru dikenal secara luas dan terbuka untuk umum kala PT Perhutani KPH Unit III Jabar dan Banten mulai mengembangkannya menjadi obyek wisata di tahun 1987.

kawah tangkuban perahuTerlepas dari cerita mistis yang melekat di Gunung Patuha, pemandangan yang ditawarkan kawah putihnya sungguh menakjubkan. Apalagi air kawahnya juga kerap berubah-ubah mengikuti intensitas cahaya matahari. Ketika matahari bersinar dengan teriknya dan didukung suasana cerah air kawahnya berwarna hijau apel hingga kebiru-biruan. Terkadang kawahnya berwarna coklat susu. Namun yang paling sering adalah putih kehijauan dengan kabut tebal yang mengelilingi bagian atasnya. Warna putih juga terlihat di pasir dan bebatuan di sekitar kawah. Kala sore hari, air di kawah Gunung Patuha bisa tiba-tiba saja mengalami pasang surut. Pesona kawah putih tak berhenti sampai disitu. Pada malam hari akan nampak cahaya terang berwaarna kehijauan yang menghiasi kawah. Bias cahaya putih tersebut membentuk lingkaran yang menerangi sekitar kawah. Suasana semakin lengkap jika langit sedanh cerah dengan bintang-bintang yang menghiasi.

kawah putih cautionDi sebelah utara kawah putih terdapat bebatuan terjal yang membatasi kawah. Sementara di sebelah baratnya terdapat pancaran kawah yang bergolak. Untuk melihat kawah putih lebih dekat, anda bisa ke pintu masuk yang ada di sebelah timur. Ada pula goa buatan sedalam 5 meter yang tak jauh dari pintu masuk. Untuk bisa menikmati pesona kawah putih Gunung Patuha, anda akan dikenai tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang. Untuk fasilitasnya sendiri, ada toilet, musholla, dan juga lahan parkir. Di sekitarnya mulai dibangun gubuk-gubuk kecil yang digunakan untuk tempat berjualan makanan oleh penduduk sekitar. Untuk mengunjungi tempat ini biasanya hanya dibatasi maksimal 15 menit pada kondisi normal karena kandungan belerangnya yang cukup kuat.

Refrensi:

  • http://www.belantaraindonesia.org/2010/06/gunung-patuha.html
  • http://www.ragamtempatwisata.com/2013/07/gunung-patuha-kawah-putih-ciwidey-bandung-jawa-barat.html

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *