Kesenian Reog Sunda

reog-1Kata ‘Reog’ selalu mengacu kepada kota Ponorogo yang ada di Jawa Timur, namun apa kalian tahu Bandung juga punya kesenian Reog? Simak yuukk ulasannya ­čśë Reog Bandung sering disebut dengan Reog Sunda, berbeda dengan Reog Ponorogo dimana penarinya memakai topeng besar yang berbobot hingga ratusan kilo, Reog Sunda merupakan perpaduan antara tari, lagu, lawak dan cerita yang berisi kritik sosial dan pesan keagamaan tanpa ada unsur magis. Pada awalnya seni Reog Sunda digunakan sebagai media dakwah atau penerangan yang menonjolkan unsur sosial dan pendidikan budi pekerti, lalu perlahan seni ini bertambah fungsinya sebagai media hiburan.

IMG01271-20140319-1324Para pemain dari Reog Sunda biasanya terdiri dari 4 orang dimana masing-masing pemain membawa alat musik tradisional bernama dogdog atau gendang yang terbuat dari bambu. Satu berperan sebagai Dalang yang mengendalikan permainan dan membawa alat musik yang disebut Tilingtingtit yang memiliki ukuran 20 cm, seorang lagi berperan sebagai wakil dalang dan membawa alat yang disebut dengan Penempas berukuran 25cm . Dua orang lainnya sebagai peran pembantu yang membawa alat musik brangbang yang berukuran 30-35 cm dan Badublang yang berukuran 45cm. Selain keempat alat musik tersebut masih ada lagi alat musik lainnya yang dibawa oleh pemain sebagai pelengkap antara lain terompet, kendang, goong dan kecapi. Ada pula alat musik modern yang digunakan seperti gitar dan keyboard. Ada beberapa bentuk penyajian lagu-lagu yang dibawakan dan memiliki ciri khas tersendiri yaitu kidung, rereongan, kadipaten, sintren, tilil, sisindiran dan lain-lain. Juga terdapat 2 pola dalam penyajiannya yaitu pola tabuhan kempringan yang memiliki tempo lambat dan berfungsi sebagai pengiring lagu dan pola kekeringan atau irama cepat dan biasanya ditampilkan pada babak awal pertunjukan.

reog12Durasi permainan Reog Sunda antara satu sampai satu setengah jam. Lagu-lagu yang dibawakan dalam permainan ini juga terdapat penabuh waditra yang menggunakan perlengkapan musik seperti gendang, rebab, saron, gambang dan lain-lain. Awal mula Reog Sunda ditayangkan di TVRI maupun televisi swasta dengan menggunakan bahasa Indonesia dan mendapatkan sambutan yang bagus. Reog Sunda juga sering digelar di berbagai acara oleh masyarakat. Namun semakin lama Reog Sunda semakin memudar. Kesenian ini  jarang tampil di media maupun di acara-acara masyarakat, peminatnya pun mulai  berkurang. Jika masih ada pagelaran acara semacam Reog Sunda, penonton pun hanya dari kalangan generasi tua.

seni budaya (1)Sangat di sayangkan bila kesenian yang merupakan warisan budaya ini perlahan menghilang dan tergantikan dengan budaya modern yang banyak bermunculan di negri kita. Sebagai upaya untuk pelestarian kebudayaan Reog Sunda, pemerintah Kabupaten Bandung mengadakan acara perlombaan Reog Sunda dimana para pesertanya berjumlah sekitar 30 grup. Hal ini  membuktikan bahwa di tengah derasnya arus budaya yang menggerus tradisi masyarakat kita, masih saja ada orang yang dengan teguh mempertahankan kebudayaan yang telah diwariskan oleh para leluhur kita.

 

Referensi :

https://amelzone.wordpress.com/2009/12/22/jawa-barat-reog-sunda/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *